Logo

KAMPANYE “BERLARI #LAWANARAH” INDORUNNERS



Saat bersemangat lari, ada faktor keamanan demi keselamatan diri sendiri yang juga harus diperhatikan. IndoRunners sebagai komunitas lari terbesar di Indonesia kini tengah giat melakukan kampanye “Berlari #LawanArah”. Berikut bincang singkat seputar kampanye “Berlari #LawanArah” dengan Yomi Wardhana, Ketua Harian Yayasan Mari Lari.

 

Sejak kapan IndoRunners giat berkampanye “Berlari #LawanArah”?
Dari awal berdirinya IndoRunners pada 2009, kami sudah melakukan “Berlari #LawanArah” untuk keamanan dan kenyamanan pelari secara aktif saat berlari.

Apa yang menjadi inisiasi kampanye “Berlari #LawanArah”?
Kampanye ini diinisiasi atas dasar kejadian-kejadian yang menimpa pelari saat berlari di jalan raya seperti ditabrak kendaraan, baik bermotor maupun sepeda, atau menghadapi kriminalitas karena trotoar tidak layak digunakan untuk berlari. Contoh, trotoar yang diisi oleh pedagang kaki lima dan kadang kendaraan bermotor atau trotoar yang berlubang-lubang akibat galian.

Mengapa nama “Berlari #LawanArah” dipilih untuk kampanye ini?
Ini adalah salah satu cara yang paling efektif dalam mengantisipasi secara aktif kondisi di depan mata saat sedang berlari. Saat ini sudah ada beberapa pelari yang menjadi korban tabrak lari, bahkan sampai meninggal dunia

Kota mana saja yang dilibatkan kampanye “Berlari #LawanArah”?
Hampir di semua kota besar. Partisipasi kami lakukan dengan cara mengganti profile picture para anggota dan menambahkan status: “lari #LawanArah”.

Apa saja tips saat berlari yang harus diperhatikan para pelari?
Tentunya berlari dengan melawan arah. Usahakan lari bersama teman/partner dan tidak sendirian di jalan raya. Berlarilah dengan format one line secara vertikal, bukan horizontal. Gunakan pakaian warna cerah, minimalkan penggunakan alat musik, dan usahakan lari di jalan yang sudah dikenal.

Apakah Anda pernah mengalami kecelakaan saat berlari?
Berlari di pagi hari adalah hal yang paling ideal bagi pencinta olahraga lari. Sayangnya, jalanan yang masih sepi dan lengang menjadi salah satu pemicu untuk pengendara memacu kendaraan mereka, baik mobil maupun motor. Ini sangat membahayakan penggiat olahraga lari dan pesepeda. Saya pernah menjadi korban ditabrak bus. Saat itu bus tersebut hendak mengambil penumpang dan menyodok saya dari belakang hingga terpental ke depan.